Entri yang Diunggulkan

Bertaubatlah...Sungguh Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat

Tulisan ini sengaja saya buat sebagai nasehat untuk diri saya pribadi. Di kemudian hari ketika kelak saya kembali membuka lembaran blog ini,...

Minggu, 25 Maret 2018

Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang : Think Creative #day4

Bismillah.  Hari ini,  pagi-pagi anak-anak dan adikku yang kecil kembali bermain dengan corrugated paper yang kemarin sempat diacuhkan karena bermain lari-larian. Tadi mereka kembali fokus membuat bentuk lain yaitu bentuk beruang dan hewan lainnya.

Saya sebagai pengarah dan memberikan contoh cara membuatnya.  Adikku sudah pintar tapi Ziyad dan Nusaibah hanya bisa membuat seadanya bahkan cenderung hanya mengacaukan keadaan karena tidak mau diatur. Hehe.

Dilain waktu mereka bereksperimen dengan membuat larutan bedak dicampur air.  Pas saya tanyakan sedang buat apa,  mereka menjawab, bikin susu ummi.  Haahhh. Habis modal bedaknya ummi dijadikan susu, hehe.

Aktivitas lainnya, alhamdulillah anak-anak hari ini pergi berenang ke kolam renang.  Tampak Ziyad masih takut takut saat berada di dalam kolam, sedangkan adiknya sangat berani bahkan mau terus turun ke bagian kolam yang dalam.  Jadi ekstra tenaga ummi menjaga adik yang tak mau diam.

Mereka berenang cukup lama. Saat saya menyuruh untuk naik dan berhenti,  mereka tidak mau. Dasar anak-anak, mungkin memang sudah dasarnya kalau sentuh air, tidak mau berhenti berenangnya.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Sabtu, 24 Maret 2018

Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang : Think Creative #day3

Bismillah. Hari anak-anak berkreasi membuat prakarya berupa kepala kelinci yang dibuat dari corrugated paper (semacam kertas yang memiliki tekstur bergelombang). Saya mengajarkan mereka membuat kepala kelinci tersebut dengan cara membuat lingkaran untuk wajah dan 2 bentuk oval untuk telinganya. Sayangnya, setelah saya selesai mencontohkan satu buah karya, mereka teralihkan dengan permainan lain yaitu bermain kejar-kejaran.

Dilain waktu, hari ini kakak bermain lompat-lompatan dari atas kasur ke lantai tapi tetap saya awasi. Saya tidak melarang karena mungkin bagi kakak hal tersebut adalah permainan yang menarik. Sedangkan adiknya sempat bermain cilukba dengan saya menggunakan selimut. Dia sangat menikmati permainan tersebut.

Sempat juga tadi adik mencoret-coret kaki saya dengan polpen. Saya mau melarang tapi kasihan juga karena mungkin inilah kreativitas yang sedang ditunjukkan sang adik. Akhirnya jadilah kaki saya jadi tempat corat coretnya adik,hehe.

Tak masalah kalian membuat kegaduhan dan sesuatu menjadi kotor nak, asalkan itu bisa memacu kreativitas kalian, tentunya tanpa membahayakan keselamatan kalian. Semoga kelak mereka bisa menjadi anak-anak yang kreatif. Aamiin.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang : Think Creative #day2

Bismillah. Hari ini kembali saya membersamai anak-anak melakukan aktivitas mereka. Masih sama dengan hari sebelumnya, tantangannya adalah HP. Anak-anak selalu meminta HP ketika melihat saya memainkannya atau sekedar melihat whatsapp. Mereka dengan segera menghampiri dan meminta untuk memainkannya. Padahal, efeknya akan kurang baik buat mereka.
Masih dengan strategi kemarin, saya berusaha menyembunyikan HP sambil menjelaskan bahwa boleh main HP kalau hari sabtu dan minggu. Lama kelamaan anak-anak mulai lupa dan mau bermain yang lain.
Menjelang sore, terjadi konflik antara Ziyad dan Nusaibah karena mereka merebutkan mainan yang sama. Ziyad yang pertama kali memainkan mainan tersebut merasa berhak untuk menyelesaikan permainannya sebelum memberi ke adiknya. Tapi, dasar adiknya masih fase egosentris, memaksakan kehendak untuk mengambil mainan tersebut. Maka, terjadilah tarik menarik mainan dan diakhiri dengan kakak yang jengkel lalu memukul adiknya.
Saya yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai, tapi kakak menangkap kalau saya membela adiknya dan malah balik menyerang saya (memukul beberapa kali kepada saya). Saya mulai emosi, tapi masih berusaha mengendalikan. Sayang, tak lama saya pun menggunakan hukuman untuk menghentikan aksi sang kakak, hiks. Ada rasa penyesalan karena saya kurang sabar dan tidak berpikir cara yang lebih kreatif untuk menyelesaikan konflik ini misalnya dengan mengalihkan ke mainan lain yang mungkin lebih disukai sang adik.
Begitulah, terkadang kita bisa mantap di teori,  tapi pas aplikasinya,  begitu banyak kendala dalam menerapkan sebuah ilmu khususnya tentang kreativitas ini. Semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi dalam aplikasi penerapan nilai kreativitas dalam menghadapi tantangan mendampingi anak-anak. Aamiin
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative